Saturday, January 27, 2007

Call On The Darkness ...

Call on the darkness
Kill the light.

Put off the flame
Throw away the pain.

Cease being the candle
End the filthy contribution.

Embrace thee darkness
Hold thee solace.

- 23.01.05 -


.

Melayu.

tiba tiba kau lepas kan si burung tiung
yang sekian lama bersiulan berlegar di dalam sangkar
makan diberi minum disedia mandi dijaga
melihat alam dari sudut rumah sangkar tersangkut
itulah dunia nya.

gembira si tiung menebar sayap
menyapa angin deras
menerpa hujan mencurah
mengejar bulan penuh
terbang bebas di dunia lepas.

di hujung dahan tiung bertenggung
lelah nafas sayap terkulai
padi di bekas tak ketemu.

- 19.01.05 -

.

I The Painter.

he ask who draw the painting of grieve
he found stucked on the wall
when he awake from dreams.

cry of sorry shed in his heart
for he know the painting last eternally.

tears dried instantly
looking at dirt and brush in his own hand.

:(

- 19.01.05 -

.

Tuesday, January 23, 2007

Malam : Petikan 10.

mentari gugur lagi di kaki langit
untuk ke sekian kali
mengheret tirai malam berlabuh
mengundang kelam dan gelap
hanya serangga menyanyikan lagu duka
disaksikan purnama yang kesunyian
dan bintang bertaburan berkelipan kesepian.

- 01/06/05 -

.

Malam : Petikan 9.

malam ini hujan lagi
seperti malam-malam terdahulu
langit begitu gelap
angin sejuk bertiup kencang
aku pun memeluk kaki ku
dagu bertupangkan lutut
cuba menguatkan semangat
ribut bakal melanda sebentar lagi.

- 24/05/05 -

.

Malam : Petikan 8.

semakin ku carik-carik cinta ini
semakin kuat ia nya bertaut.

semakin ku renung bulan itu
semaik dekat ia menghampiri.

semakin ku cuba melupakan mu
semakin kerap kau bertakhta di mata.

semakin ku dakap malam ini
semakin resah rindu ini.

- 24/05/05 -

.

Malam : Petikan 7.

malam
untuk apa kau datang lagi
jika sekadar menabur janji
dalam manis mimpi.

- 24/05/05 -

.

Malam : Petikan 6.

dalam serba kekurangan ini
dalam serba ketidak adaan ini
dalam serba ketidak upayaan ini
adakah aku begitu hina sekali
begitu murah sekali.

bertubi-tubi aku di keji
bertali arus kata nista kau lemparkan
bagitu hebat penghinaan kau jatuhkan
sedangkan hanya satu permintaan yang aku pohon.

begitu cantik dan indah rupa mu sang bulan
mengapa di cacatkan dengan keangkuhan
sedangkan malam yang gelap inilah
sedangkan pungguk inilah
yang membuat
kau begitu indah
di puncak awan.

- 23/05/05. 2:25am. sa. -

.

Malam : Petikan 5.

malam ini
aku bertanya pada sang rembulan
adakah adil untuk dia muncul setelah mentari terbenam
dan mengundur diri tika mentari terbit
sedangkan rindu ku padanya membara sentiasa
setiap masa.

lalu bintang-bintang pun bersuara
"janganlah kau hitung akan keadilan
aku telah sekian lama merindu sang rembulan
memerhatinya sejak alam di wujudkan
namun masih tidak dapat bersama
masih terpisah jauh
mungkin buat selama-lamanya".

- 23/05/05. 2:15am. sa. -

.

Malam : Petikan 4.

tiba-tiba aku tersentak dari lamunan
lamunan yang membuatkan aku lupa
aku lupa siapakh diri aku ini
aku ini tak punya apa-apa.

maafkan kebiadapan ku merenung mu sang bulan yang indah
sedangkan aku tak punya apa-apa.

maafkan ketelanjuran ku memasang angan-angan ingin bersama mu sang bulan
sedangkan aku tak punya apa-apa.

maafkan aku
malam yang sepi ini aku terleka seketika
dan terlupa siapa aku.

maafkan aku.

- 23/05/05. 1:59am. sa. -

.

Malam : Petikan 3.

tiada siapa pun tahu
mengapa malam begitu membawa erti
pada jiwa-jiwa sepi.

mungkin bagai musafir yang berkelana
mendongak ke bintang inginkan pedoman arah
sesekali memerhati ke bulan untuk sedikit tafsiran haluan.

mungkin bagai penyair ketandusan ilham
mendamba kelipan kata-kata indah dari bintang
mencari ilham-ilham agung dari sinar bulan yang penuh.

mungkin bagai seorang pencinta yang tewas
mencari jawapan dari bintang-bintang yang tampak gah di langit
melihat ke bulan cuba merungkai rindu yang bertapa.

tiada siap pun tahu
kerna gelap nya malam
terbitlah keindahan cahaya bulan
terpamerlah kerlipan bintang yang asyik
bertemankan sunyi
dan sepi.

untuk siapakah keindahan itu
tiada siapa pun tahu.

- 22/5/05. 3:32pm. sa. -

.

Malam : Petikan 2.

dalam kelam dan kegelapan
kelkatu malam pun tiba
berterbangan seakan menari-nari gembira
seakan mengajak ku mencari cahaya bahagia
lampu neon di seberang jalan sana.

berdayakah aku
untuk tidak mengendahkan sang kelkatu
dan terus setia menanti
dalam kegelapan malam ini.

- 20/5/05. 09:15pm. sa. -

.

Malam : Petikan 1.

semakin ku renung malam ini
semakin gelap pekat rasanya
tiada berpenghujung
tiada pengakhiran.

bulan masih tidak kelihatan lagi
di dalam kegelapn malam
merajuk entah ke mana
entah untuk berapa lama
kelam semuanya.

bintang -bintang juga bagaikan mengerti
pudar tidak lagi berseri
sepi ditelan kepekatan malam.

malam
telah kau telan segala yang ku cinta
mengapa tidak juga kau bawa
segala kedukaan dan keperitan ini.

tidak terungkap
tidak terungkai
sesak dan sebak di dada
pada malam yang kelam
yang masih panjang.

- 19/5/05. 5:42 pm. sa. -

.